Pengalaman Menggunakan Notebook

Hari Minggu lalu (02/08) adalah hari yang istimewa buat saya. Di hari yang indah ini, saya telah memutuskan untuk membeli notebook. Semua ini sesungguhnya berawal sejak 1,5 tahun yang lalu. Saat itu, saya sedang mengajar di program alumni BTA 45. Saya membutuhkan notebook agar dapat menerangkan materi Kimia Asam-Basa melalui slide power point, agar terkesan elegan dan menarik. Sayangnya, waktu itu, saya masih bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Apa daya, niat ini saya simpan. Puji Tuhan, belakangan ini, rezeki mulai mendatangi saya. Setelah menabung selama 2 tahun, akhirnya terkumpul sejumlah dana yang cukup untuk merealisasikan apa yang saya impikan. Di siang yang indah itu, saya berangkat dari CitraLand menuju Mangga Dua Square. Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya teman saya datang juga. Kami menanyakan beberapa notebook di beberapa toko. Sayangnya, tidak ada yang cocok. Akhirnya, kami memutuskan untuk menuju ke Ratu Plaza.

Akhirnya, setelah melalui perjalanan yang melelahkan, kami tiba di Ratu Plaza sekitar jam 6 petang. Kami langsung masuk ke store yang khusus menjual notebook Acer. Setelah melihat dan membandingkan, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada notebook yang sekarang saya gunakan ini. Awalnya saya sempat ragu karena harganya yang diluar perkiraan dan harapan saya. Tapi, setelah melihat spesifikasi dan keunggulan notebook ini, saya memutuskan untuk membelinya. Setelah dijelaskan cara pemakaian, akhirnya saya pun membayar dengan debit BCA. Waktu telah menunjukkan pukul 7:30 malam. Saya pun berpisah dengan teman untuk pulang ke Depok.

Setiba di kos, saya langsung istirahat. Membayangkan hari-hari dengan notebook membuat saya merasa “excited” luar biasa hingga tidak bisa tidur. Esoknya, Senin (03/08), saya mencoba untuk meminta teman kos untuk menginstall program di notebook ini. Ternyata tidak ada yang punya. Akhirnya, saya tinggalkan notebook di kos selama 8 jam untuk di-“charge” perdana, dari jam 7 pagi hingga 3 sore. Sementara saya membeli beberapa perlengkapan di toko pusat penjualan alat-alat komputer sekaligus membeli buku yang berjudul The Mystery of 2012. Saya menikmati hari pertama pasca pembelian notebook, walaupun belum dapat digunakan.

Keesokan harinya, Selasa (04/08), saya membawa notebook ke toko perlengkapan alat-alat komputer. Di sana, teknisi menginstall program Windows XP ke dalam notebook saya. Saya menunggu sejak jam 10 pagi hingga 1 siang. Akhirnya, selesai juga. Saya puas dengan hasil install tersebut. Selanjutnya saya membeli tas khusus notebook di Gramedia. Saya juga ingin sekaligus membeli modem, sayangnya toko tersebut tutup pada hari itu.

Rabu, 05/08, adalah hari yang penting untuk saya. Setelah mencoba berbagai fasilitas yang ada di notebook, saya memutuskan untuk melengkapi notebook saya dengan modem. Tepat pukul 1 siang, saya membeli modem IM2. Kemudian, saya mencoba aplikasinya. Ternyata, kecepatan loadingnya cukup memuaskan. Saya pun semakin bahagia dan percaya diri sejak memiliki notebook. Setelah membeli modem,. saya langsung ke Dunkin untuk mencoba fasilitas wifi. Saya menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk mencoba fasilitas wifi. Ternyata kualitas memang sebanding dengan harga. Walaupun sudah membayar mahal, tapi kualitas dan kepuasan yang didapatkan tidak mengecewakan.

Hari-hari berikutnya, saya mulai terbiasa dengan semboyan “tiada hari tanpa online”. Khusus hari Kamis, 06/08, setelah sekian lama libur, saya kembali berkesempatan untuk mengajar kembali di salah satu SMA negeri ternama di Ibu Kota. Saya ingin memulai metode pengajaran berbasis IT. Saya ingin mengajar dengan memanfaatkan fasilitas internet. Tapi, apa daya, saya belum berhasil melaksanakannya karena masih terdapat sejumlah masalah teknis. Notebook saya belum compatible dengan LCD yang disediakan di sekolah. Akhirnya, saya pun kembali ke metode tradisional.  Mudah-mudahan, kedepannya, setelah semua masalah teknis ini selesai, saya bisa menerapkan metode pengajaran berbasis internet di sekolah tersebut.

Beberapa hari ini, khususnya dalam sepekan ini, banyak yang terjadi di sekitar kita. Kepergian Mbah Surip, yang kemudian di susul oleh si Burung Merak WS Rendra, hingga penggebrekan teroris yang sedang menjadi hot issue 2 hari ini, membuat saya merasa “pusing”. Tiba-tiba saja, saya di”hantam” oleh informasi dari sana-sini. Belum selesai mencerna sebuah peristiwa, muncul kembali peristiwa lain. Saya merasa bahwa media, di satu sisi, memang baik dalam hal memberikan informasi yang diperlukan oleh masyarakat sekaligus memenuhi hasrat masyarakat untuk mendapatkan informasi teraktual dari suatu peristiwa. Di sisi lain, media juga cenderung mengulang secara terus-menerus dan meng”expose” habis-habisan suatu kejadian yang mungkin mengakibatkan masyarakat kita merasa “overload” dalam menerima semua informasi yang tersajikan.

Satu pelajaran berharga yang dapat saya tarik dalam sepekan ini adalah cintailah dan syukurilah apa yang telah kita miliki hari ini. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari setelah semua itu telah tiada. Cherish our life…..

Andy, S.Si.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s